Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga kembali melanjutkan rangkaian Program Adjunct Professor UNAIR (8–18 Februari 2026) pada Jum’at, 13 Februari 2026 dengan menghadirkan Prof. Ir. Dr. Siti Rozaimah Sheikh Abdullah dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kegiatan ini diikuti 60 mahasiswa dan para dosen Prodi Teknik Lingkungan UNAIR.

Mengangkat tema “Design of Experiment (DOE) and Optimisation for Environmental Problems”, sesi ini membekali mahasiswa dengan pendekatan statistik terstruktur untuk merancang eksperimen secara efisien dan memperoleh kondisi optimum dalam permasalahan lingkungan.

Dari Trial and Error ke Pendekatan Sistematis

Dalam pemaparannya, Prof. Siti Rozaimah menekankan bahwa banyak penelitian lingkungan masih menggunakan metode one factor at a time (OFAT), yang kurang efisien dan tidak mampu menangkap interaksi antar variabel. Melalui pendekatan Design of Experiment (DOE), peneliti dapat mengevaluasi pengaruh beberapa faktor secara simultan, termasuk interaksi di antaranya.

Ia menjelaskan bahwa DOE membantu:

Beberapa pendekatan yang dibahas meliputi Full Factorial Design, Fractional Factorial Design, serta Response Surface Methodology (RSM) untuk optimasi lanjutan.

Optimasi Berbasis Model Matematis

Pada sesi lanjutan, peserta diperkenalkan pada model matematis yang umum digunakan dalam optimasi, termasuk model regresi kuadratik dalam RSM. Contoh penerapan yang dibahas meliputi optimasi proses adsorpsi untuk pengolahan air limbah, optimasi produksi biogas, serta optimasi parameter koagulasi dalam pengolahan air minum. Diskusi juga menyentuh penggunaan perangkat lunak statistik seperti Design-Expert dan Minitab untuk analisis data eksperimen.

Meningkatkan Kualitas Riset Mahasiswa

Sesi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan terkait desain eksperimen pada skala laboratorium maupun pilot scale. Mahasiswa tertarik mendalami bagaimana DOE dapat meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan memperkuat validitas hasil penelitian.

Kegiatan hari kelima ini memperkuat kontribusi Prodi Teknik Lingkungan UNAIR terhadap SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas metodologi riset berbasis data dan analisis statistik, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi akademik dan transfer pengetahuan antara UNAIR dan UKM.

Melalui pembekalan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya mampu melakukan eksperimen, tetapi juga merancang penelitian yang lebih efektif, terukur, dan berdampak nyata dalam penyelesaian permasalahan lingkungan.