Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin pada 23-28 November 2025 membawa kabar baik bagi Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Airlangga (UNAIR). Salah satu mahasiswanya, Usamah, menjadi salah satu tim yang meraih medali Perunggu pada kategori poster skema PKM K-1, yaitu Tim Curhatorium. Tim Curhatorium mengusung inovasi platform Gamified Peer-support Community untuk kesehatan mental generasi muda.

Tim Curhatorium terdiri dari lintas disiplin ilmu, yaitu dari Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Usamah, Mahasiswa Fakultas Psikologi (FPsi) Ni Putu Adina Saridewi dan Carin Ongwinata, serta Mahasiswa Fakultas Vokasi (FV) Ah. Dliyaul Adlha Jamalul Lail dan I Gede Arya Saputra. Mereka berkolaborasi mengembangkan Curhatorium, platform yang menggabungkan dukungan sosial sebaya dan elemen gamifikasi guna meningkatkan kesejahteraan mental anak muda.

Curhatorium dikembangkan berdasarkan hasil penelitian mengenai kebutuhan remaja dalam penanganan kesehatan mental. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa banyak individu memiliki keinginan untuk berbagi cerita, tetapi tidak selalu mempunyai teman dekat yang dapat menjadi tempat berkeluh kesah. Di sisi lain, tidak semua orang merasa mampu atau siap untuk berinteraksi langsung dengan tenaga profesional. Usamah, mewakili timnya, menjelaskan bahwa pendekatan peer-support dinilai paling sesuai karena temuan penelitian menunjukkan bahwa banyak orang membutuhkan ruang untuk didengarkan oleh sesama teman, bukan semata-mata oleh profesional. Namun, tidak semua individu memiliki akses terhadap teman dekat yang dapat berfungsi sebagai ruang aman, ujarnya.

Curhatorium menghadirkan solusi melalui komunitas peer-support yang dikemas dalam aktivitas interaktif berbasis gamifikasi, seperti program kesejahteraan mental, journaling, konsultasi, serta beragam misi yang memungkinkan pengguna memperoleh experience points (XP). Melalui sistem ini, pengguna dapat meningkatkan level dan meraih lencana khusus, sehingga proses mendapatkan dukungan kesehatan mental terasa lebih menarik, ringan, dan dekat dengan karakter generasi muda.

Pada kategori poster PKM-K, Curhatorium tampil unggul melalui visualisasi yang sepenuhnya orisinal. Seluruh elemen ilustrasi dirancang secara mandiri oleh tim, sehingga menghasilkan gaya kartun yang komunikatif serta selaras dengan karakter dan konsep platform layanan yang diusung.

Usamah menjelaskan bahwa penyusunan poster untuk PIMNAS menuntut pemahaman terhadap navigasi visual, khususnya dalam menentukan poin utama yang harus menjadi pusat perhatian. Menurutnya, ajang PIMNAS sangat menekankan aspek substansi, sehingga pesan-pesan penting harus dapat tersampaikan dengan jelas. Ia menambahkan bahwa meskipun tim telah mengoptimalkan visual dan konten, keputusan akhir tetap sepenuhnya berada di tangan dewan juri yang memiliki standar penilaian tersendiri.

Sebagai platform berbasis jasa, Curhatorium menilai bahwa pengalaman layanan perlu ditampilkan secara visual dalam bentuk poster, bukan hanya disampaikan sebagai konsep. Pendekatan visual yang kuat dan relevan tersebut menjadi salah satu faktor kunci yang mengantarkan tim meraih medali perunggu.

Perolehan medali perunggu tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi lintas fakultas mampu melahirkan inovasi yang berdampak, khususnya dalam menjawab isu strategis seperti kesehatan mental. Ke depan, tim Curhatorium menyatakan komitmennya untuk terus mengembangkan platform tersebut agar dapat menjadi ruang aman bagi lebih banyak generasi muda di Indonesia.

Selain itu, Curhatorium juga berkontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 3 dan 16. Melalui layanan peer-support dan ruang aman untuk berbagi, platform ini berperan dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan mental generasi muda sejalan dengan SDG 3 (Good Health and Well-Being). Selain itu, Curhatorium mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif, aman, dan saling mendukung, yang selaras dengan SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions) dalam membangun masyarakat yang berkeadilan dan berdaya. #sdgs3 #GoodHealthandWell-Being #sdgs16 #PeaceJusticeandStrongInstitutions