Program Studi S1 Teknik Lingkungan, Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menggelar kegiatan Academic Lecture berskala internasional pada Selasa (19/5/2026). Bertempat di lingkungan kampus FST UNAIR, kuliah tamu yang berlangsung pada pukul 11.00–12.45 WIB ini menghadirkan pakar global, Assoc. Prof. Muhammad Abbas bin Ahmad Zaini dari Faculty of Chemical & Energy Engineering, Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Mengangkat topik krusial “Adsorption Process in Wastewater Treatment”, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Teknik Lingkungan UNAIR yang tengah menempuh mata kuliah Satuan Operasi Teknik Lingkungan, melainkan juga dibuka untuk masyarakat umum dan diikuti oleh mahasiswa internasional.
Sinergi Nyata dengan SDGs
Penyelenggaraan Academic Lecture ini menjadi bukti komitmen kuat Teknik Lingkungan UNAIR dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya pada dua poin utama:
- SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak): Melalui penguatan pemahaman teknologi pengolahan air limbah yang efisien untuk mengurangi polusi air.
- SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Menyediakan akses pendidikan bermutu tinggi dan inklusif dengan menghadirkan perspektif riset global ke ruang kelas.
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Mengimplementasikan kolaborasi akademik lintas negara antara UNAIR dan UTM Malaysia.
Kupas Tuntas Teknologi Adsorpsi dan Tantangan Industri
Dalam paparannya, Assoc. Prof. Muhammad Abbas menyampaikan materi secara komprehensif mulai dari prinsip dasar adsorpsi, karakteristik adsorben yang umum digunakan dalam pengolahan air limbah, hingga faktor-faktor yang memengaruhi efisiensi penyisihan polutan.
Tidak hanya terpaku pada teori dasar, beliau juga membagikan hasil-hasil penelitian terkini mengenai pengembangan material adsorben inovatif, sekaligus mengupas tuntas tantangan nyata yang dihadapi saat teknologi ini diimplementasikan pada skala industri.
“Proses adsorpsi tetap menjadi salah satu satuan operasi paling menjanjikan dalam teknik lingkungan karena efisiensinya yang tinggi dalam menghilangkan polutan spesifik, namun inovasi material dan efisiensi biaya pada skala industri tetap menjadi tantangan riset ke depan,” ungkap Assoc. Prof. Muhammad Abbas.
Diskusi Interaktif Lintas Negara
Suasana kuliah tamu berlangsung sangat dinamis dan interaktif. Sesi diskusi dan tanya jawab disambut dengan antusiasme tinggi oleh para peserta. Mahasiswa secara aktif melontarkan berbagai pertanyaan, baik yang bersifat konsep teoritis maupun aplikasi praktis di lapangan. Menariknya, kehadiran mahasiswa dari mancanegara yang turut serta dalam acara ini membuat cakrawala diskusi menjadi lebih luas dan global.
Melalui kegiatan Academic Lecture ini, Program Studi Teknik Lingkungan UNAIR berharap para mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang jauh lebih komprehensif mengenai proses adsorpsi sebagai pilar penting dalam teknik lingkungan. Lebih dari itu, wawasan mengenai perkembangan riset dan teknologi pengolahan air limbah di tingkat internasional ini diharapkan mampu memicu inovasi-inovasi baru dari mahasiswa UNAIR untuk bumi yang lebih hijau.


