Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi sukses menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Mengembangkan Business Model yang Efektif di Bidang Teknik Lingkungan”. Kegiatan akademik ini dirancang khusus untuk mendukung capaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui perluasan wawasan mahasiswa di luar kurikulum teks, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong kesiapan kerja dan potensi kewirausahaan hijau (green entrepreneurship). Menghadirkan praktisi profesional, Dr. Edy Wiyono, S.T., M.T. dari Alam Lestari Konsultan, kuliah tamu ini bertujuan membuka cakrawala mahasiswa agar tidak hanya terbatas menjadi praktisi teknis, melainkan juga mampu melihat peluang karier yang luas sebagai wirausaha yang berdampak di sektor lingkungan.
Dalam pemaparannya, Dr. Edy menjelaskan secara komprehensif bahwa sebuah model bisnis yang efektif harus mampu merancang strategi untuk menciptakan nilai, memberikan manfaat nyata bagi pelanggan, sekaligus memperoleh keuntungan secara berkelanjutan. Beberapa komponen utama yang wajib diperhatikan meliputi pemetaan target pasar, penentuan nilai produk atau layanan (value proposition), pola komunikasi dengan konsumen, hingga diversifikasi sumber pendapatan perusahaan. Dalam konteks spesifik teknik lingkungan, ia memetakan bahwa target pasar potensial bergerak sangat luas, mencakup instansi pemerintahan, rumah sakit, sektor industri, hingga berbagai pihak swasta lainnya yang memiliki urgensi tinggi terhadap kepatuhan dan pengelolaan lingkungan.
Lebih lanjut, kuliah tamu ini juga mengidentifikasi berbagai peluang bisnis konkret yang sangat prospektif untuk dikembangkan, seperti jasa konsultasi lingkungan, sistem pengolahan air limbah, manajemen pengolahan limbah B3, operasional jasa laboratorium lingkungan, hingga inovasi produk berbasis keberlanjutan. Dr. Edy menekankan bahwa sentuhan inovasi menjadi faktor pembeda (kunci) yang krusial untuk meningkatkan efisiensi operasional, menaikkan nilai jual produk, dan membangun keunggulan kompetitif di atas para pesaing. Melalui jembatan ilmu ini, para mahasiswa diharapkan mampu memahami keterkaitan erat antara dunia bisnis dengan keilmuan teknik lingkungan yang mereka pelajari di bangku perkuliahan demi melahirkan solusi-solusi inovatif yang bernilai ekonomi sekaligus ramah ekologi.


