Program Studi S1 Teknik Lingkungan Universitas Airlangga (UNAIR) kembali memperluas cakrawala akademik mahasiswanya dalam pengelolaan lingkungan sektor domestik. Melalui sebuah kuliah tamu internasional bertajuk “Solid Waste Management Infrastructure and Systems on Campus”, Teknik Lingkungan UNAIR berkolaborasi dengan Universiti Malaya (UM) untuk membedah strategi dan implementasi infrastruktur pengelolaan sampah di area institusi pendidikan.
Acara ini menghadirkan pakar dari Malaysia, Chm. Dr. Archina Buthiyappan, sebagai narasumber utama, dengan dipandu oleh dosen Teknik Lingkungan UNAIR, Dr. Rizkiy Amaliyah Barakwan, S.T., selaku moderator.
Wujud Nyata Komitmen SDGs
Diskusi intensif mengenai manajemen limbah padat di lingkungan universitas ini berkaitan erat dengan target global dalam Sustainable Development Goals (SDGs):
- SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan): Berfokus pada pengurangan dampak lingkungan negatif per kapita, termasuk pengelolaan sampah kota dan institusi yang bertanggung jawab.
- SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): Mendorong pengurangan produksi limbah melalui tata kelola reduksi, daur ulang, dan tata kebijakan internal kampus.
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Memperkuat kemitraan regional dalam pertukaran ilmu pengetahuan untuk kelestarian lingkungan.
Teori Ideal vs Implementasi Nyata di Universiti Malaya
Sesi pemaparan materi yang berlangsung komprehensif selama kurang lebih dua jam ini dibagi menjadi dua landasan penting. Pada paruh pertama, Dr. Archina Buthiyappan memaparkan dasar-dasar pengelolaan sampah secara teoritis dan ideal sebagai fondasi utama sistem manajemen persampahan.
Memasuki paruh kedua, materi bergerak dinamis ke arah aplikatif dengan membedah studi kasus implementasi nyata yang telah sukses diterapkan di Universiti Malaya. Dr. Archina menjelaskan secara rinci mengenai:
- Struktur Organisasi: Lembaga internal kampus yang bertanggung jawab penuh terhadap rantai pengelolaan persampahan.
- Program Inovatif & Kebijakan: Ragam regulasi kampus yang mendukung terciptanya lingkungan akademis yang berkelanjutan (sustainable campus).
Komparasi Dua Institusi dalam Diskusi Dua Arah
Usai pemaparan materi satu arah oleh narasumber, agenda berlanjut ke sesi diskusi interaktif. Ruang siber/kelas dipenuhi dengan pertukaran informasi yang produktif antara narasumber dan para peserta.
Tercatat sebanyak 60 peserta menghadiri kegiatan ini secara antusias. Peserta tidak hanya berasal dari jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2) Teknik Lingkungan UNAIR, tetapi juga dihadiri langsung oleh mahasiswa S1 dan S2 dari Teknik Lingkungan Universiti Malaya.
Melalui sesi komparasi ini, mahasiswa kedua universitas mendapatkan kesempatan emas untuk membandingkan praktik lapangan, kelebihan, serta tantangan sistem pengelolaan sampah yang diterapkan di UNAIR maupun di Universiti Malaya.
Rangkaian acara produktif ini ditutup dengan pengisian daftar hadir serta sesi dokumentasi bersama. Melalui kuliah tamu ini, diharapkan civitas akademika Teknik Lingkungan UNAIR dapat mengadopsi ragam best practices internasional guna mempercepat perwujudan Green Campus di Universitas Airlangga.


